Jarang Diketahui! Kalazion, Penyebab dan Cara Penyembuhannya

Kalazion

Anda pernah menemui ada seseorang yang memiliki benjolan di sekitar mata? Benjolan tersebut kemungkinan adalah kalazion (chalazion). Chalazion sebenarnya mirip dengan bintitan tapi sebenarnya berbeda. Yuk, kenali lebih jelas tentang salah satu penyakit yang cukup sering muncul tapi jarang diketahui ini!

Mengenal tentang Apa Itu Chalazion?

Chalazion adalah kondisi benjolan yang muncul di sekitar daerah mata. Penyebabnya adalah adanya penyumbatan pada kelenjar bernama meibom. Kelenjar meibom merupakan kelenjar yang berfungsi untuk memproduksi sebum untuk kelembaban mata. Benjolan chalazion tersebut memiliki karakteristik kemerahan, ukuran cenderung kecil, tidak menyebabkan nyeri, dan bisa bertahan hingga berbulan-bulan.

Apa yang Menjadi Penyebab Terjadinya Chalazion?

Penyumbatan kelenjar meibom bisa terjadi karena beberapa sebab. Secara umum, penyumbatan tersebut bisa terjadi karena adanya peradangan maupun infeksi pada kelenjar meibom. Penyumbatan ini bisa terjadi pada siapapun. Berikut adalah beberapa faktor yang dapat mempertinggi seseorang menderita chalazion:

  1. Menderita penyakit kulit, seperti rosacea (kulit kemerahan yang menyebabkan kulit wajah menjadi tebal dan pembuluh darah terlihat jelas serta membengkak) dan dermatitis seboroik (kondisi kulit menjadi bersisik, berketombe, dan memiliki warna kemerahan)
  2. Menderita blefaritis (peradangan kelopak mata, umumnya terjadi pada mata yang bintitan)
  3. Memiliki penyakit diabetes (kencing manis), baik diabetes tipe 1 (genetik) maupun tipe 2 (faktor makanan)
  4. Memiliki riwayat pernah menderita chalazion sebelumnya

Menderita Chalazion, Bagaimana Gejalanya?

  1. Terdapat benjolan padat dan keras di kelopak mata tapi tidak terasa nyeri
  2. Apabila ukurannya cukup besar, maka menyebabkan penglihatan menjadi kabur dan berisiko menekan bola mata
  3. Terjadi iritasi mata yang ringan sehingga mata kemerahan
  4. Mata menjadi berair
  5. Apabila sudah parah dan terinfeksi, chalazion bisa semakin membesar, kemerahan, dan terasa nyeri saat terkena sentuhan

Pengobatan Chalazion, Apa yang Harus Dilakukan?

  1. Kompres benjolan chalazion dengan air hangat selama 10-20 menit. Anda bisa mengulanginya 3-5 kali setiap harinya. Pengompresan berguna untuk mengurangi pembengkakan.
  2. Jika memungkinkan, Anda bisa memijat lembut di area sekitar benjolan saat pengompresan. Hal ini berguna untuk merangsang cairan agar keluar. Sebelumnya, pastikan tangan selalu bersih dan steril.
  3. Jaga kebersihan di sekitar area benjolan. Tujuannya ialah agar minyak dan sel kulit mati hilang. Tak lupa, gunakan sabun yang memiliki komposisi aman dan gentle misalnya saja sabun bayi.
  4. Jangan memencet dan menyentuh benjolan chalazion.
  5. Anda harus menghindari penggunaan lensa kontak agar kondisi bengkak semakin parah.
  6. Gunakan obat tetes mata antibiotik untuk mengobati chalazion yang terjadi akibat peradangan infeksi.
  7. Melakukan suntik kortikosteroid maupun operasi apabila diperlukan dan direkomendasikan oleh dokter.

Chalazion atau kalazion umumnya tidak berbahaya tapi berisiko apabila benjolannya sudah kritis. Informasi tentang chalazion bisa Anda akses melalui Orami Magazine yang menyediakan bacaan berkualitas tentang kesehatan. Walaupun demikian, Anda tetap perlu memeriksakan diri kepada dokter untuk berkonsultasi lebih lanjut tentang penanganannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.